Gelombang Elektromaknetik ; Jaringan Transmisi Multi Fungsi Untuk Masa Depan
Gelombang Elektromaknetik ; Jaringan Transmisi Multi Fungsi Untuk Masa Depan
Seperti kita ketahui bahwa gelombang elektromagnetik mempunyai cepat rambat yang relatif sehingga memiliki waktu yang relatif. Cepat rambat gelombang elektromagnetik yaitu 3 x 10^8 m/s dimana memiliki energi E= mc^2 dengan massa sebagai massa muatan.
Sifat dari gelombang elektromagnetik yaitu gelombang yang berbentuk bukit lembah dengan medan magnet dan medan listrik yang saling tegak lurus.
Cahaya Tampak merupakan salah satu gelombang elektromagnetik yang dapat terlihat secara langsung oleh mata manusia dimana cepat rambatnya 3×10^8 m/s. Cahaya tampak dapat digunakan sebagai media transmisi muatan listrik sebagai contoh pada fiber optik…,,cahaya dapat juga menghasilkan listrik dengan penyinaran suatu logam dengan frekuensi cahaya lebih tinggi dari logam sehingga elektron pada salah satu keping logam akan keluar dan menabrak keping logam yang lain sehingga terjadi aliran listrik pada logam lain.
Lalu bagaimana mengubah media transmisi kabel menjadi media transmisi melalui gelombang elektromagnetik pada pembangkit listrik….,,lalu bagaimana juga gelombang elektromagnetik alamiah di bumi bisa diubah atau di konversi menjadi muatan listrik berfrekuensi tinggi….,,Bagaimana agar setiap jaringan listrik yang akan ditransmisikan ke setiap rumah2 penduduk tanpa melalui kabel atau dengan melalui gelombang elektromagnetik tertentu sehingga energi listrik dapat dipancarkan dari berbagai wilayah dengan jangkauan LAN, MAN, Bahkan WAN,,,silahkan di cek pada tulisan saya berikutnya…..
Diposkan oleh Alfandra di Blogspot
Tutorial Merakit Komputer
Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Tutorial Merakit Komputer
Arif Irwansyah //arif@eepis-its.edu
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
PENGHEMATAN DAYA DAN JASA LISTRIK DAN AIR MINUM
PENGHEMATAN DAYA LISTRIK
1. Penghematan Energi Sistem Pencahayaan
a. Tahap perencanaan
- Manfaatkan cahaya alami sebaik2nya utk pencahayaan siang hari
- Gun lamp yg efisien
- Gun armature yg merefleksikan cahaya sbyk mgkn
- Gun kondensator utk lampu fluorescent (TL/Neon)
- Hendaknya menggunakan warna yg lbh muda /terang utk dinding
- Agar digunakan saklar waktu utk mempermudah pengaturan penyalaan lampu tmn /halaman, teras, sudut koridor ruangan & langit2
- Agar digunakan saklar yg lbh byk utk memungkinkan pengaturan penyalaan sesuai dgn kebutuhan pemakai
- Penerangan lampu jgn terlalu tinggi & disesuaikan letaknya dgn objek atau tempat yg hrs diterangi
Tahap Perencanaan
Sisinfokes melakukan perencanaan sebagai berikut :
a. Identifikasi Kebutuhan Informasi
Tingkat Ditkesad, antara lain : informasi pangkalan, informasi matkes, informasi yankes, informasi dukkes, informasi personel.
b. Identifikasi Kebutuhan Teknologi Informasi
Tingkat Ditkesad, antara lain :
Perencanaan di bidang :
1) Perangkat keras terdiri dari kebutuhan komputer untuk workstation di tiap-tiap unit kerja, komputer server untuk pangkalan data dan printer.
2) Perangkat lunak yaitu paket software dan perangkat lunak yang dibuat sesuai kebutuhan pengguna berbentuk aplikasi.
c. Identifikasi Kebutuhan Manajemen Informasi
Dilakukan pada semua tingkatan Sisinfokes, yaitu perencanaan kebutuhan personel selaku pelaksana teknis tentang informasi dan teknologi, operator yang memasukkan data dan personel yang menentukan tersedianya data dari unit kerja di satuan.
d. Identifikasi Kebutuhan Sarana Penunjang
Kebutuhan sarana penunjang yang dimaksud adalah ruangan sebagai tempat pangkalan data, daya listrik untuk pangkalan data dan sarana telekomunikasi untuk komunikasi data.
Pembangunan LAN/WAN
a) Menentukan letak komputer-komputer workstation yang akan dihubungkan pada LAN/WAN.
b) Menentukan letak switching bagi komputer workstation.
c) Menentukan letak switching distribusi.
d) Memasang connector RJ 45 pada kabel.
e) Memasang jalur kabel dari komputer ke switching pengguna.
f) Memasang jalur kabel dari switching pengguna ke switching distributor.
g) Memasang jalur kabel dari switching distributor ke computer server.
h) Mengatur nama domain/workgroup pada computer server dan komputer workstation.
i) Mengatur alamat Internet Protocol (IP address) pada pada komputer server dan komputer workstation.
j) Memeriksa hasil koneksi pada komputer workstation ke komputer server.
Tahap Persiapan
Setelah melaksanakan identifikasi kebutuhan pada tahapperencanaan, masing-masing tingkatan organisasi Sisinfokes melakukan persiapandengan kegiatan sebagai berikut :
a. Persiapan Kebutuhan Informasi
Disiapkan data dari formulir pelaporan sesuai kebutuhan masing-masing tingkatan organisasi Sisinfokes sebagai dasar penyusunan aplikasi database.
b. Penguatan Teknologi Informasi
Penguatan teknologi informasi merupakan pengembangan perangkat keras, pengembangan perangkat lunak dan pengembangan infrastruktur jaringan yang berada di satuan, dengan kegiatan sebagai berikut :
1) Penguatan perangkat keras
Menambah jumlah komputer sesuaijumlah unit kerja yang berkepentingan melakukan pengumpulan data,menentukan dan meningkatkan spesifikasi teknis komputer workstation dan komputer server seperti penambahan memori fisik, mengganti jenis harddisk, membuat standardisasi printer untuk memudahkan pemeliharaan. Penguatan perangkat keras pada pangkalan data yaitu menyiapkan sejumlah komputer server sesuai kebutuhan aplikasi database yang digunakan.
2) Penguatan perangkat lunak
Menyiapkan koleksi perangkat lunak bentuk jadi yang terdiri darisistem operasi, perangkat lunak perkantoran, perangkat lunak antivirus, perangkat lunak design web dan perangkat lunak pengendali perangkat keras untuk digunakan pada operasional dan pada saat terjadi kerusakan sistem di perangkat keras. Penguatan perangkat lunak berbentuk aplikasi database dilakukan dengan koordinasi ke satuan samping , satuan atas atau menghubungi pihak ketiga untuk penyediaan aplikasi database yang dibutuhkan.
Persyaratan Komponen
Sistem informasi memiliki komponen yang berkaitan
yaitu data, proses dan fungsi, teknologi, personel, waktu, dan motivasi.
a. Data
Data harus akurat, ”up to date” dan dapat dipercaya/
dipertanggungjawabkan karena data merupakan bahan dasar dari informasi dan
pengetahuan yang dipergunakan bagi personel (manajemen) untuk mengambil
keputusan. Di dalam sistem informasi, manajemen data akan sangat berkaitan
dengan arsitektur database yang akan dirancang, dikembangkan dan diterapkan.
b. Proses dan Fungsi
Proses dan Fungsi pada penyelenggaraan
sisinfokes dalam pengolahan data harus saling terintegrasi satu sama lain. Proses
dan fungsi berkaitan dengan alur aktivitas yang terjadi baik yang bersifat utama,
(core process) maupun yang berfungsi sebagai aktivitas penunjang (supporting
activities). Sifat proses di dalam organisasi adalah lintas fungsi(cross functional)
sehingga apapun bentuk sistem informasi yang akan dipakai (seperti sistem
informasi Apotik, sistem informasi Rekam Medik, sistem informasi Personel, sistem
informasi Pergudangan, sistem informasi Keuangan dan lain-lain) harus saling
terintegrasi satu dan lainnya. Komponen proses dan fungsi di dalam sebuah
organisasi akan sangat berkaitan dengan arsitektur aplikasi dan perangkat lunak
yang dikembangkan dan diterapkan.
c. Teknologi
Teknologi pendukung Sisinfokes harus sesuai
perkembangan Ilpektek di bidang sistem informasi dan kemampuan dukungan
anggaran negara yang dialokasikan kepada satuan jajaran Kesad. Teknologi
diartikan sebagai alat bantu manajemen dalam proses pengelolaan sumber daya di
dalam organisasi. Dalam kaitannya dengan sistem informasi, alat bantu yang
dimaksud adalah teknologi informasi yang merupakan gabungan dari teknologi
komputer dan telekomunikasi. Hal-hal semacam komputer, jaringan, infrastruktur
telekomunikasi, internet dan lain sebagainya termasuk dalam kategori ini.
d. Personel
Personel pendukung harus mempunyai kemampuan,
kualifikasi, dan atau pengalaman di bidang teknologi informasi. Kemampuan
personel merupakan kemampuan yang dimiliki oleh personel yang berkepentingan
(stakeholders) di dalam sistem informasi. Personel tersebut tidak saja berperan
sebagai pengguna (user), tetapi lebih jauh lagi sebagai pemelihara dan
pengembang sistem.
e. Waktu
Input, proses, output data harus dilakukan tepat waktu.
Ketepatan waktu akan menjadi suatu aspek yang sangat menentukan sehubungan
dengan kinerja sebuah sistem informasi. Pada dasarnya teknologi informasi
diciptakan untuk menghapus dan menembus batas-batas ruang dan waktu (space
and time). Konsep ”time is money” sangat berpengaruh di dalam penerapan sistem
informasi.
f. Motivasi
Motivasi merupakan komponen terakhir yang pada dasarnya
mengilustrasikan pertimbangan mengapa sistem informasi terkait perlu dikembangkan (berkaitan pula dengan output yang diharapkan).
Topologi Jaringan
Topology Jaringan Komputer dan Pengkabelan
Jaringan komputer adalah jaringan kabel, dimana bentuk dan fungsi dari jaringan dari jaringan tersebut menentukan pemilihan jenis kabel, demikian juga sebaliknya, ketersediaan kabel dan harga menjadi pertimbangan utama untuk membangun sebuah network(baik home network, SOHO network ataupun network kelas raksasa seperti MAN – metropolitan area network).
1. Ring Topology
Topologi ini memanfaatkan kurva tertutup, artinya informasi dan data serta traffic disalurkan sedemikian rupa sehingga terdiri masing-masing node. Umumnya fasilitas ini memanfaatkan fiber optic sebagai sarananya (ada juga yang menggunakan twisted pair).
2. Linear Bus Topology
Topologi ini banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel coaxial menjamur.Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (kemudian digabungkan dengan topologi star untu menghubungkan dengan client atau node).
3. Star Topology
Topologi jaringan ini banyak digunakan di berbagai tempat, karena kemudahan untuk menambah, mengurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.
4. Tree topology
Gabungan atau kombinasi dari ketiga topologi yang ada.
Sumber : Kuliah umum IlmuKomputer.com
Wahyu Kelik kelik@kresna.mine.nu
Pengkabelan dan jaringan
Pengkabelan dan Jaringan
Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, namun bukan berarti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka (dengan terminator diujungnya).
Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa. Mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan komputer. Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan teknologi “kelas” museum (seperti 10BASE2 menggunakan kabel coaxial) hingga menggunakan teknologi “langit”(seperti laser dan serat optik).
Sumber : Kuliah Umum IlmuKomputer.Com
Sisinfokes : Latar belakang
Salah satu sarana pendukung untuk mewujudkan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Kesehatan Angkatan Darat yang optimal adalah dengan membentuk sistem informasi kesehatan yang baik, sistematis dan sesuai perkembangan zaman. Sistem informasi kesehatan yang baik dapat mewujudkan informasi yang tepat, cepat, akurat, up to date dan dapat dipercaya, sehingga output-nya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi Kesad, serta TNI AD pada umumnya.
Peran Kesad sebagai bagian dari TNI AD, sebagai pelaksana tugas dan fungsi Kesehatan Pertahanan Negara, dan sebagai sub sistem kesehatan nasional memerlukan suatu sistem informasi kesehatan yang terkoordinasi dan terintegrasi.NamunSisinfokes dengan kondisi tersebut belum dapat terwujud walaupun Kesad telah membangun sistem informasi kesehatan sejak tahun 1988.c. Agar penyelenggaraan Sisinfokes berjalan dengan baik, benar dan optimal maka perlu dibuat Buku Petunjuk Teknik tentang Sistem Informasi Kesehatan (Sisinfokes).
Maksud Penyusunan Bujuknik Sisinfokes adalah untuk memberikan petunjuk dan penjelasan tentang bagaimana tatacara penyelenggaraan Sisinfokes di lingkungan Kesad. Adapun tujuan penyusunan Bujuknik Sisinfokes adalah sebagai pedoman bagi satuan Kesad dalam menyelenggarakan Sisinfokes sehingga diperoleh informasi yang tepat, cepat dan akurat.